2 Saksi Kasus Gratifikasi Sidoarjo Mangkir Panggilan KPK

Sedang Trending 4 bulan yang lalu 13

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil 2 pegawai PT Malik Ibrahim Empat Lima, Aria Bima Pradana; dan Nuril Ansyah,penting gugatan dugaan gratifikasi berhasil Sidoarjo astatin Selasa, 22 Maret 2022. Keduanya kompak mangkir.
 
"Kedua saksi tidak menjadi dan menginformasikan astatin regu penyidik untuk dilakukan penjadwalan ulang," koneksi pelaksana tugas (Plt) jurubicarabidang penindakan KPK Ali Fikri dekorasi pernyataan tertulis, Rabu, 23 Maret 2022.
 
KPK bakal memanggil ulang keduanya. Keterangan mereka dibutuhkan untuk mendalami ihwal rasuah dugaan gratifikasi berhasil Sidoarjo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai nonfiksi ini?

Dugaan penerimaan gratifikasi ini mewakili peningkatan dari gugatan korupsi yang menjerat dulu Bupati Sidoarjo Saiful Ilah. Saiful sudah divonis 3 2 belas periode penjara dan denda Rp200 kardinal subsider enam periode kurungan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya.
 
Saiful dinyatakan terbukti tercela dan orang menerima suap terkait sejumlahtugasinfrastruktur astatin Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Sidoarjo.
 
"Memutuskan bahwa tersangka tercela telah melakukan tindak pidana menerima suap dengan ancaman hukuman 3 2 belas periode penjara dan denda senilai Rp200 juta, subsider enam periode kurungan, serta bawahan pengganti Rp250 juta," koneksi Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Tjokorda Gede Artana sangat kecil berhasil Pengadilan Tipikor Surabaya, Senin, 5 Oktober 2020.
 
Baca: Anggota DPRD Jatim Menolak Diperiksa KPKpenting Kasus Gratifikasi berhasil Sidoarjo
 
Saiful Ilah dijerat dengan Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP mengaduk Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 

(JMS)

Source News