4 Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Gejala Spondylosis

  • Bagikan

Spondylosis adalah gangguan muskuloskeletal yang terjadi akibat penurunan kesehatan tulang seiring menuanya usia. Kondisi ini bisa menyebabkan rasa nyeri, kelemahan, dan kesemutan pada tulang yang bermasalah yang bisa mengganggu aktivitas harian. Nah, untuk itu pasien yang mengidap spondylosis perlu menjalani pengobatan berikut ini agar kualitas hidupnya jadi lebih baik.

Pengobatan spondylosis untuk meringankan gejala

Seiring bertambahnya usia, tulang, cakram, tulang rawan, dan ligamen dapat menurun kesehatannya. Tulang dapat tumbuh secara tidak normal, cakram dapat mengering dan retak, tulang rawan dapat aus, dan ligamen dapat menebal. Semua perubahan tersebut adalah bentuk dari spondylosis.

Penyakit degeneratif ini dapat memengaruhi tulang leher, punggung bagian atas, tengah, dan bawah. Jika menyerang tulang sekitar leher maka disebut dengan spondylosis cervicalis.

Sementara jika menyerang tulang punggung bawah disebut dengan spondylosis lumbar. Kemudian, bila menyerang tulang belakang bagian atas dan tengah dikenal dengan sebutan spondylosis toraks.

Selain rasa nyeri, kesemutan, dan kelemahan pada tulang yang terkena, spondylosis juga bisa menyebabkan gejala tambahan, seperti masalah keseimbangan dan kesulitan untuk mengontrol kandung kemih.

Munculnya gejala tentu sangat mengganggu penderitanya. Namun, jangan khawatir karena ada berbagai pengobatan spondylosis yang bisa dipilih, seperti dikutip dari University of Utah Health.

1. Minum obat

obat jantung bengkak

Obat-obatan dapat digunakan untuk meredakan nyeri yang muncul. Pada beberapa kasus, rasa nyeri bisa diredakan dengan obat penghilang nyeri tanpa resep yang dapat dibeli di apotek.

Namun, beberapa orang mungkin tidak mempan dengan obat-obatan ini sehingga membutuhkan obat penghilang nyeri yang diresepkan dokter. Berikut ini beberapa obat yang digunakan untuk mengelola gejala spondylosis.

  • Obat NSAID, seperti ibuprofen atau naproxen dapat meredakan rasa nyeri ringan pada tulang yang terkena.
  • Kortikosteroid, seperi prednison dapat digunakan dalam jangka waktu singkat untuk mengurangi rasa sakit.
  • Relaksan otot, seperti cyclobenzaprine, dapat membantu meredakan kejang otot di leher.
  • Obat anti kejang, seperti gabapentin dan pregabalin, dapat mengurangi rasa sakit pada saraf yang rusak.

Apakah Anda berisiko osteoporosis? Cek risiko terkena osteoporosis di sini!

2.  Mendapatkan suntikan

Pengobatan spondylosis dengan obat oral kadang tidak cukup efektif mengatasi gejala yang parah. Jika sudah seperti ini, dokter biasanya akan merekomendasikan obat kortikosteroid dalam bentuk injeksi.

Obat akan disuntikkan di sekitar tulang yang mengalami masalah. Beda dengan obat yang bisa diminum setiap hari ketika rasa nyeri muncul, pengobatan ini diberikan secara berkala dalam jangka waktu tertentu.

3. Terapi

Pilihan pengobatan spondylosis lainnya adalah terapi aktif dan terapi pasif. Tujuannya untuk membantu meregangkan dan memperkuat otot-otot di leher dan bahu.

Terapi pasif meliputi pengedukasian mengenai penyakit spondylosis dan pemberian pijatan oleh terapis pada area yang sering menimbulkan gejala. Terapi ini juga bisa berupa terapi panas untuk meningkatkan aliran darah ke area yang terkena atau terapi dingin untuk mengurangi peradangan.

Sementara terapi aktif berbentuk latihan-latihan yang harus dijalani pasien di bawah pengawasan terapis.

https://hellosehat.com/muskuloskeletal/sakit-tulang-belakang/

4. Operasi

operasi fisura ani

Biasanya pengobatan non-operasi efektif dalam mengobati gejala spondylosis. Namun, jika spondylosis telah menyebabkan kompresi sumsum tulang belakang atau akar saraf tulang belakang, pembedahan mungkin diperlukan untuk mengurangi tekanan.

Jenis operasi yang diperlukan bervariasi tergantung pada penyebab kompresi sumsum tulang belakang. Ahli gangguan muskuloskeletal dan ahli bedah saraf akan menentukan perawatan terbaik untuk pasien sesuai dengan kondisi yang dialaminya.

Mangutip situs Columbia University Irving Medical Center, berikut adalah operasi yang biasanya dijalani oleh pengidap spondylosis.

Diskektomi

Pembedahan ini dilakukan untuk mengangkat herniasi lumbal (punggung bawah) yang menekan akar saraf atau sumsum tulang belakang. Pengobatan spondylosis ini efektif untuk mengatasi rasa nyeri yang menjalar ke lengan atau kaki.

Operasi ini umumnya dilakukan dengan metode mikrodiskektomi, yakni menggunakan mikroskop khusus untuk melihat cakram dan saraf. Ahli bedah mungkin memilih membuat sayatan yang lebih kecil (sayatan) agar lebih mudah mengakses area punggung.

Laminektomi

Laminektomi adalah operasi untuk menciptakan ruang dengan menghilangkan lamina, yakni bagian belakang dari tulang belakang yang menutupi kanal tulang belakang.

Tindakan medis ini dikenal juga dengan sebutan operasi dekompresi. Tujuan dari pengobatan spondylosis ini adalah memperbesar kanal tulang belakang untuk mengurangi tekanan pada sumsum tulang belakang atau saraf.

Pengobatan ini menjadi pilihan jika obat maupun terapi tidak efektif dalam menghilangkan gejala.

[health-tool template=”bmi”]

Laminoplasty

Pengobatan spondylosis ini hanya dilakukan jika yang bagian bermasalah adalah tulang belakang area leher.

Tujuan laminoplasty adalah membuka ruang di dalam kanal tulang belakang dengan membuat engsel pada lamina. Perangkat keras logam akan ditepatkan untuk menjembatani celah di bagian tulang belakang yang terbuka.

Fusi tulang belakang

Spinal fusion (fusi tulang belakang) adalah operasi untuk menghubungkan dua atau lebih tulang belakang secara permanen di tulang belakang Anda.

Operasi ini melibatkan teknik yang meniru proses penyembuhan normal dari patah tulang. Selama fusi tulang belakang, ahli bedah akan menempatkan bahan seperti tulang di dalam ruang antara dua tulang belakang.

Pelat logam, sekrup dan batang dapat digunakan untuk menahan tulang belakang secara bersamaan sehingga bisa menyatu.

[community id=”19″ name=”Berat Badan Ideal”]

The post 4 Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Gejala Spondylosis appeared first on Hello Sehat.

  • Bagikan