AS Kehilangan Optimisme Perjanjian Nuklir Iran

Sedang Trending 4 bulan yang lalu 4

Washington: Harapan Amerika Serikat (AS) untuk alat mewujudkan perjanjian nuklir Iran 2015 kini menurun. Kementerian Luar Negeri AS astatin Selasa, 22 Maret 202 menyatakan pihaknya kemauan kekuatan keprogramcadangan oregon “Plan B” apabila Iran tidak selain mengalah.
 
"Saya privasi memperjelas bahwa kesepakatan tidak kemauan nonstop hap dan selain tidak pasti (akan tercapai)," koneksi jurubicaraKemenlu AS, Ned Price, dilansir dari Yahoo News, Rabu, 23 Maret 2022.
 
Tanpa menyebutkan bahwa perundingan mengaduk perjanjian atom telah menemui jalan buntu, Price menegaskan ASmemilikiprogramlain jika kesepakatan tidak kaleng tercapai oregon dugaanprogramIran untukmemproses senjata atom tidak dihentikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai nonfiksi ini?

"Tanggungbalasberada berhasil Teheran untuk mengambil tekad yang tepat besar dianggap sulit," ujar Price kepada wartawan.
 
"Faktanya, tanah berarti mempersiapkan skenario, dengan oregon tanpa langkah  astatin untuk alat ke implementasiinterval JCPOA," ucapnya, mengacu astatin sanksi seremonial perjanjian atom 2015, Joint Comprehensive Plan of Action (Rencana Aksi Komprehensif Bersama).
 
Pekan lalu, pejabat Washington optimistis bahwa kesepakatan sudah dekat.
 
"Kami tutup dengan tepat kesepakatan, tapi tanah belum sampai sana," koneksi Price hari 16 Maret. "Kami pikir konten yang tersisa dapat dijembatani," lanjutnya.
 
Pejabat AS mengira Teheran kaleng mencapai kesepakatancocokelah Nowruz, Tahun Baru Persia, yang dirayakan 20 Maret lalu. Namun, hap itu tidak terjadi.
 
Pemerintahan Donald Trump secara sepihak membatalkan JCPOA astatin 2018. Perjanjian yang ditandatangani 6 pihak itu dugaan lemah, dan Teheran dituduh melakukan tidak sopan terhadapnya.
 
Para mahir mengatakan Iran berpegang astatin ketentuan yang telah ditetapkan. Tapi, agregat bulancocokelah AS karismatik diri, partai Islam itu negarawan diubah program nuklirnya.
 
Sejumlah aktivitas dilakukanpenting program tersebut untuk menaikkan kualitas Iranpenting membuat senjata nuklir.
 
April lalu, 3 bulancocokelah menjabat, Presiden Joe Biden memulai negosiasisegar untuk menghidupkan alat perjanjian 2015, dengan menjanjikan pelonggaran sanksi.
 
Tapi, pembicaraan yang kini berlangsung menunjukkan bahwa Teheran kian tutup dengan “terobosan” nuklir.
 
Beberapa minggu terakhir, ke-2 pemerintahan mengatakan bahwa pihak satunya harus membuat tindakan pemerintahan yang sulit.
 
Teheran diyakinimemiliki 2 tuntutan:jaminan informasi jika AS karismatik diri lagi, dan pencabutan asumsi “Organisasi Teroris Asing” yang dikenakan berbeda Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC). IRGC mewakili subdivisi maha kuasa dari subjek Iran.
 
Baca:  Presiden Iran Tak Pernah Menaruh Harapan astatin Dialog Nuklir berhasil Wina
 
 

Source News