Banjir dan Longsor Mendominasi Kejadian Bencana di Kota Sukabumi

Sedang Trending 2 bulan yang lalu 4

Sukabumi: Tren malapetaka berhasil Kota Sukabumi, Jawa Barat, kurun 3 periode terakhir didominasi banjir dan hancur longsor. Intensitas curah hujan tinggi menjadi pemicunya.
 
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami, menuturkan selama periode Januari-Maret hap 54 kali malapetaka yang didominasi hidrometeorologi. Jenis bencananya tinggal dari banjir, puting beliung, melawan angin ekstrem, kebakaran, dan hancur longsor. 
 
"Data ini berdasarkan hasil rekap dekorasi Sistem Informasi Elektronik Data Bencana oregon dugaan Si Edan. Ada 54 malapetaka yang mana didominasi banjir serta hancur longsor," koneksi Zulkarnain, Minggu, 20 Maret 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai nonfiksi ini?

Data Si Edan, koneksi Zulkarnain, banjir hap 22 kali, hancur longsor 13 kali, dan melawan angin ekstrem sebanyak 9 kali. Teranyar malapetaka hidrometeorologi hap astatin 14 Maret 2022. 
 
Saat itu hap 7 mainkan banjir serta 4 mainkan hancur longsor berhasil agregat kecamatan. Pun astatin Rabu, 16 Maret 2022, berhasil Kota Sukabumi hap getaran gempa yang dirasakan berhasil 7 kecamatan. 
 
Baca juga: Wagub Banten Perintahkan BPBD Gerak Cepat Bantu Korban Banjir berhasil Carita
 
"Pada periode Januari-Maret 2 belas periode ini, informasi yang mainkan cukup banyak terdampak malapetaka berada berhasil Kecamatan Cikole," sebutnya. 
 
Dari 54 kali kejadian bencana, sebut Zulkarnain, nilai kerugian materiel ditaksir mencapai Rp6,2 miliar. Nilai kerugian atas hap sangat kecil malapetaka banjir dan hancur longsor astatin 17 Februari 2022. 
 
Data yang dihimpun BPBD Kota Sukabumi, malapetaka hap berhasil 24 kelurahan berhasil 7 kecamatan. Jumlah warga yang terdampak astatin gugatan tersebut sebanyak 838 utama rumah tangga oregon 2.867 jiwa. 
 
Terdapat sebanyak 499 unit lokasi dilanggar ringan, 235 unit lokasi dilanggar sedang, serta 105 unit lokasi rusakpenting. Rinciannya, berhasil Kecamatan Baros terdapat 324 utama rumah tangga oregon 1.057 jiwa. Sebanyak 118 unit lokasi dilanggar ringan, 139 unit dilanggar sedang, dan 68 unit rusakpenting. 
 
Di Kecamatan Cikole terdapat 118 utama rumah tangga oregon 415 jiwa dengan besaran lokasi sebanyak 107 unit dilanggar ringan, 6 dilanggar sedang, dan 4 rusakpenting. Di Kecamatan Citamiang sebanyak 4 utama rumah tangga oregon 16 jiwa terdampak. Terdapat 4 unit lokasi rusakpenting.
 
Baca juga: Kabupaten Inhu Waspada Longsor berhasil Tebing Sungai
 
Sementara berhasil Kecamatan Cibeureum terdapat 246 utama rumah tangga oregon 847 jiwa dengan besaran lokasi dilanggar lapang sebanyak 152 unit, dilanggar berarti 73 unit, dan rusakpenting 20 unit. Di Kecamatan Lembursitu terdapat 46 utama rumah tangga oregon 164 jiwa dengan besaran dilanggar lapang sebanyak 40 unit, dilanggar berarti 3 unit, dan rusakpenting 5 unit. 
 
Kemudian berhasil Kecamatan Gunungpuyuh terdapat 19 utama rumah tangga oregon 53 jiwa yang terdampak dengan besaran dilanggar lapang sebanyak 14 unit dan dilanggar berarti 5 unit. 
 
Sedangkan berhasil Kecamatan Warudoyong terdapat 81 utama rumah tangga oregon 305 jiwa dengan besaran lokasi dilanggar lapang sebanyak 68 unit, 9 dilanggar sedang, dan 4 rusakpenting.
 
Banjir dan hancur longsor selain berdampak terhadap 51 tempat ibadah, 2 sarana pendidikan, dan 2 sarana kesehatan yang mengalami kerusakan. 
 
"Kami tidak progresif dapat diterima siaga karena diprediksi curah hujan tidak progresif kemauan terjadi," jelasnya.
 

(MEL)

Source News