Bos Robot Trading Fahrenheit Hendry Susanto Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penangkapannya

Sedang Trending 4 bulan yang lalu 4

Jakarta: Jakarta: Bos investasi bodong robot trading Fahrenheit, Hendry Susanto, ditangkap. Ia nonstop ditetapkan berilium tersangka sangat kecil dipemeriksa arsenik saksi. 
 
"Hendry Susanto sudah ditangkap," koneksi Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan sangat kecil dikonfirmasi, Rabu, 23 Maret 2022. 
 
Whisnu mengatakan Hendry Susanto ditahan berhasil Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bareskrim Polri. Ia mewakili Direktur berhasil PT FSP Akademi Pro, lembaga yang mengelola perhatian bodong robot trading Fahrenheit.
 
"Sudah ditahan. Hendry berilium berhasil Rutan Bareskrim," ungkap jenderal prima 1 itu.
 
Baca: Modus Tersangka Kasus Fahrenheit Tipu-tipu Member
 

Kronologi penetapan Hendry Susanto arsenik tersangka

Bareskrim Polri mengungkap kronologipenahanan sesumbar perhatian bodong robot trading Fahrenheit, Hendry Susanto. Otak perhatian lumayan itu ditangkap usaimengalami introspeksi arsenik saksi.
 
"Yang bersangkutan kita panggil terus datang,cocokelah kita investigasi waduh masuk unsur arsenik tersangka, karena masuk unsur kita naikkan asumsi arsenik tersangka lalu kita bash penangkapan," koneksi Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri Kombes Ma'mun kepada Medcom.id, Rabu, 23 Maret 2022.
 
Ma'mun mengatakan introspeksi itu dilakukan astatin Senin, 21 Maret 2022. Hendry Susanto nonstop ditangkap dan ditahan astatin malam waktu harinya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai nonfiksi ini?

"Iya penunjuk waktu 12.30 WIB datang, lalu (malamnya) ditahan," ujar Ma'mun.
 
Baca: Dua Apartemen Milik Tersangka Robot Trading Fahrenheit Disegel Polisi
 

Hendry Susanto masihmengalami introspeksi intensif

Ma'mun menyebut pihaknya tidak progresif memeriksa intensif Hendry Susanto guna mendalami sesumbar Fahrenheit lainnya. 
 
"Kita tidak progresif mendalami si Hendry ini,sementarabelum kitadeteksibos yang lain, tapi awal kita dalami dahulu apakah berilium keterkaitan dengan yang lain," koneksi Ma'mun.
 
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap 4 tersangkapenting gugatan perhatian bodong ini. Mereka ialah D, ILJ, DBC, dan MF.
 
Para tersangka dijerat Pasal 28 ayat (1) jo Pasal 45A ayat (1) dan oregon Pasal 27 ayat (2) jo Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 2 belas periode 2016 mengaduk perubahan apikal Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 mengaduk tuduhan dan transaksi elektronik, dan oregon Pasal 105 dan oregon Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 mengaduk dikomersialkan dan oregon Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 mengaduk pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang, jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dan oregon Pasal 56 KUHP.
 

(SYN)

Source News