Dampak Konflik Ukraina Tak Signifikan ke Ekspor Perikanan RI

Sedang Trending 4 bulan yang lalu 11

Jakarta: Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan Abdul Halim mengukur perjuangan Rusia-Ukraina tidak berdampak signifikan kepada ekspor komoditas badan kelautan dan perikanan Indonesia.
 
"Perang Rusia-Ukraina memberi kontak kepada dikomersialkan barang dagangan perikanan asal Indonesia, meskipun tidak signifikan," katanya dikutip dari Antara, Senin, 21 Maret 2022.
 
Abdul mencontohkan salah 1 komoditas andalan badan kelautan nasionalis hanyalah sebuah udang, yang berlaku pascapanen sertapenjualan kepasar luar negeri tidak berpengaruh signifikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai nonfiksi ini?

Sedangkan, astatin tingkat bukti untuk komoditas udang, menurut dia, selain tidak berdampak secara langsung.
 
"Terlebih lagipasar dipenting negeri selain negarawan membaik," katanya.
 
Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan dikomersialkan Indonesia dengan Rusia dan Ukraina yangsetengahterlibat peperangan sangat kecil ini, tidak berlebihan besar.
 
"Kalau kita lihat kontribusinya itu baik ekspor ataupun impor tidak berlebihan besar dengan ke-2 negara tersebut," katanya.
 
Perdagangan Indonesia dengan Rusia astatin 2021 tercatat surplus USD239,8 juta. Sedangkan dikomersialkan astatin Januari-Februari 2022 mengalami kekurangan USD15 juta.
 
Menurut Margo, ekspor RI ke Rusia kontribusinya berwawasan 0,65 persen terhadap ekspor nasional. Sedangkan, publikasi impornya berwawasan 0,64 persen terhadap penuh impor Indonesia.
 
Sementara itu, dikomersialkan Indonesia dengan Ukraina selama 2021 mengalami kekurangan USD623,9 juta. Sedangkan, dikomersialkan RI-Ukraina astatin Januari-Februari 2022 selain kekurangan USD6,9 juta.
 
"Kontribusi ekspor Indonesia ke Ukraina astatin 2021 yakni 0,18 persen. Impornya 0,53 persen. Secara kumulatif astatin Januari-Februari 2022, penuh ekspor Indonesia ke Ukraina sebesar 0,07 persen dan impor 0,10 persen," ujar Margo.
 
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan Kementerian Perdagangan mempersiapkan langkah mitigasi aktivitas dikomersialkan terkait peperangan yang hap antara Rusia dan Ukraina.
 
Langkah mitigasi ini dilakukan untuk mempersiapkan sejumlah alternatif yang kaleng dilakukan untuk menyasarpasar ekspor dan selain aktivitas impor yang selama inimempengaruhi Indonesia dengan 2 negara tersebut.
 

(SAW)

Source News