Israel Kecam Laporan Harvard Tentang Tuduhan Apartheid

Sedang Trending 4 bulan yang lalu 13

Cambridge: Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Gilad Erdan alasan laporan yang disusun sebuah badan berhasil Sekolah Hukum Universitas Harvard (HLS). Berkolaborasi dengan aktivis Palestina, laporan tersebut menuding Israel melakukan "apartheid" berhasil Tepi Barat.
 
"Tindakan Israel berhasil Tepi Barat yang didudukinya kesal larangan terhadap praktik apartheid, dan mewakili pelanggaran apartheid berhasil paling belakang alat internasional," buat laporan tersebut, dilansir dari Algemeiner, Senin, 21 Maret 2022.
 
Dikutip dari Algemeiner, Senin, 21 Maret 2022, laporan itu disampaikan kepada Komisi Internasional Independen PBB mengaduk Wilayah Pendudukan Palestina dan Israel.   

Bagaimana tanggapan anda mengenai nonfiksi ini?

HLS aktivitas berdekatan dengan Addameer, lembaga swadaya sembilan (LSM/NGO) yang dilarang Israel astatin Oktober lalu apikal dugaan keterkaitannya dengan Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (PFLP) -- ditetapkan sebagaikelompokkekerasan oleh Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (EU).
 
Baca:  PBB Minta UE Tekan Israel Terkait 6 'Organisasi Teror' Palestina
 
Kelompok-kelompok penyusun menyampaikan bahwa mereka "menguraikan undang-undang, kebijakan, dan praktik diskriminatif yang ditegakkan subjek Israel berhasil Tepi Barat yang dikuasainya, yang menciptakan strategi alat tiga kali lipat yang secara sistematis mendiskriminasi warga Palestina serta menekan hak-hak sipil dan pemerintahan mereka.”
 
Erdan alasan laporan itu astatin waktu Sabtu kemarin, sembari melanggar hubungan Addameer dengan PFLP. "Universitas Harvard menerbitkan laporan antisemitik astatin dengan kekerasan PFLP," katanya.
 
Iamemakzulkanpara penyusun tidak sempurna perhatian terhadap perampasan hak asasi kualitas (HAM). Menurutnya, Israel arsenik negara Yahudi dikenai delegitimasi karena pandangan antisemitik.
 
"Mereka yang membentuk laporan apikal sanksi Harvard ceroboh dengan penindasan terhadap perempuan, minoritas, dan kumpulan LGBTQ berhasil wilayah-wilayah yang dijalankan oleh Otoritas Palestina," tuduh Erdan.
 
"Saya berharap agar Harvard secara tegas alasan laporan memuakkan ini dan meminta pertanggungjawaban kepada mereka yang membentuk kebohongan ini mengenai satu-satunya ideologi berhasil Timur Tengah berhasil mana masing-masing warga menikmati hakinterval dancocokara," pungkasnya. (Kaylina Ivani)
 

(WIL)

Source News