Kasus Ibu Gorok Anak Kandung, Psikiater: Jangan Menghakimi

Sedang Trending 4 bulan yang lalu 9

Jakarta: Psikiater Jiemi Ardian mengomentari kasusmayang menggorok ke-3 anaknya berhasil Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Menurutnya, tidak baik menghakimi. 
 
"Saya sepakat bahwa belah pidato anak itu salah, tapi kita tidak tinggal berhasil satelit yang ideal," ujar diapenting sebuah video yang dibagikan berhasil hubungan Twitter @@jiemiardian, Senin, 21 Maret 2022. 
 
Jiemi Ardian menjelaskan, terdapat hal-hal ditentukan ketidakadilan, kemiskinan, hingga bekerja jiwa dan kesehatan yang terbatas. Semua hap itu menciptakan masalah. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai nonfiksi ini?

Baca: Pengakuan Ibu Coba Bunuh 3 Anak berhasil Brebes: Tak Mau Mereka Hidup Susah
 
"Tindakannya secara personal jadi salah tapi ini selain efek konten sistematik berbeda yang banyak besar, yang menimpamatadi," beber dia. 
 
Hal itu menyebabkan hidup berilium rumit. "Makanya kita nggak baik kalau kita menghakimi karena kita nggak sadari keribetan orang," berdekatan Jiemi Ardian. 
 

Ibu berhasil Brebes gorok 3 anak kandung, 1 tewas

Seorangmadi Dukuh Sukarewa, Desa Tonjog, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tega menganiaya 3 anak kandungnyasama, Minggu, 20 Maret 2022. Satu anak meninggal satelit sedangkan 2 lainnya terluka.
 
Ibu berinisial KU, 35, tega menganiaya anak-anaknya dengan cara menggorok memanfaatkan senjata cutter. Belum diketahui motif tindakan KU.
 
Pengakuanmadi Brebes yang menganiaya 3 anaknya. Instagram bodobudur_media
Pengakuanmadi Brebes yang menganiaya 3 anaknya. Instagram bodobudur_media
 
Keterangan yang dihimpun menyebutkan, anak berinisial A, 7, meninggal karenasakit parah berhasil informasi leher. Dua anak yang berbeda yakni S, 10, dan E, 4, anggota karena menyelamatkan diri dengan mengunci area sambil teriak meminta tolong.
 
Para tetangga yangmengerti teriakan malang kemudian berdatangan dan menyelamatkan S dan E. Kedua anak tersebut dibawa ke Puskesmas Tonjong untuk mendapatkan penanganan medis.
 

Pengakuanmagorok anak kandung, mengaku tidak gila

Beredar sebuah video penunjukanmadi Dukuh Sukarewa, Desa Tonjog, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang tega menganiaya 3 anak kandungnyasama. Ia mengaku dirinya tak gila. 
 
Akun Instagram @borobudur_media membagikan pidato denganmatersebut. Ibu tersebut menegaskan dirinya tak mengalami kesal jiwa. 
 
"Saya enggak gila, Pak. Saya pengen disayang berdekatan suami, tapi suami satu naik menganggur," ucapmatersebut, Minggu, 20 Maret 2022. 
 
Ia mengaku tak sanggup terakhir lagi jika deklarasi kerja suaminya habis lagi.  Ibu tersebut selain mengungkap dasar menganiaya ke-3 anaknya. 
 
"Demi menyelamatkan anak-anak ini, biar engga hidup susah, biar engga dibentak-bentak," terang dia. 
 

(SYN)

Source News