Kemenag Lebak Targetkan Seluruh Ponpes Ramah Anak Cegah Kekerasan Seksual

Sedang Trending 1 bulan yang lalu 6

Jakarta: Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebak Provinsi Banten menargetkan penuh pondok pesantren (ponpes) ramah anak. Hal itu untuk mencegah tindakan kekerasan seksual.
 
"Kita secara bertahap ponpes berhasil negara ini dapat merealisasikan ramah anak," koneksi Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebak Badrusalam dikutip dari laman Antara, Senin, 4 Juli 2022.
 
Badrusalam mengatakan ponpes berhasil Kabupaten Lebak yang sudah merealisasikan ramah anak tidak progresif pemeriksaan kecil dan terus ditingkatkan. Dia menyebutprosedur pembelajaran santri berhasil situasi ramah anak tentu banyak nyaman, aman, kondusif, dan perhatian untuk menimba subjek agama.
 
Saat ini, koneksi dia, mengaduk puluhan ponpes sudahmemiliki prasarana ramah anak. Prasarana ponpes ramah anak itu berhasil antaranya bentuk pembelajaran dan asrama tempat tinggalterisolasi antara santri laki-laki dan perempuan.
 
Selain itu, pengajarnya bila perempuan ditangani oleh perempuan dan lainnya bila laki-laki ditangani oleh laki-laki. Badrusalam mengatakan Kemenag Lebak terus mengoptimalkan pembinaan dan pengawasan terhadap kiai dan ustad pengelola ponpes.
 
Hal itu untuk memberikan pemerasan dansensasi tidak tidak aman berbeda santri yangsetengahmendalami subjek agama Islam agar tidak berilium malang kekerasan. "Kita minta pengelola ponpes agar kaleng fisik sarana situasi ramah anak," tutur dia.
 
Badrusalam mengatakan besaran ponpes berhasil Kabupaten Lebak astatin 2021 tercatat 2.020 unit tersebar berhasil 28 kecamatan. Namun, sebagian besar dikelola diterima oregon Salafi.
 
Saat ini, ponpes yang dikelola modern mengaduk 30 unit. Namun, ponpes modern mengaduk sebagian besar dilengkapi prasarana ramah anak.
 
"Kita mengapresiasi hingga kini belum menerima laporan adanya ponpes yang menuntut gugatan paksa interseksual yang menimpa santri perempuan," koneksi dia.
 
Badrusalam mengatakan untuk mengantisipasi paksa interseksual kiai arsenik pengelola ponpes dapat menyampaikan edukasi mengaduk hukuman berbeda pelaku perzinahan agar tidak menuntut perbuatan asusila. Selain itu, pengelola pesantren wajib menanamkan akhlak, tauhid, dan akidah kepada santri.
 
Sebab. pesantren arsenik pusat lembaga perolehan agama Islam harus berilium teladan dan ilustrasi untuk membentuk akhlak karimah berhasil masyarakat. "Kami meyakini dengan penanaman akhlak, tauhid, dan akidah dipastikan dapat mencegah perbuatan yang dilarang agama," koneksi dia.
 
Sementara itu, santriwati Ponpes Markaz Tahfizh Madinatul (MQL) Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Shopie dan Salsabila mengaku selama mengikutiprosedur pembelajaran berhasil ponpes sangat ramah anak. Sehingga, memberikan kenyamananpenting penyampaian metode penghafalan Al-Qur'an.
 
Selama 3 2 belas periode belajar berhasil ponpes itu helium mampu menghafal Al-Qur'an hingga 30 juz. Santri yang belajar berhasil Ponpes MQL Rangkasbitung berasal dari bermacam-macam negara berhasil sejumlah informasi berhasil Provinsi Banten, Aceh, Palembang, Makasar, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
 
"Kami mampu menghafal Al-Qur'an 30 juz, karena informasi ponpes ramah anak dan belajar tenang dan terkonsentrasi hafalan yang ditargetkan sehari 2 hamparan ayat dibeatifikasi Al-Qur'an," koneksi dia.
 

Bagaimana tanggapan anda mengenai nonfiksi ini?

(REN)

Source News