Kenapa Hewan Sering Dijadikan Simbol Watak Manusia?

Sedang Trending 4 bulan yang lalu 5

Jakarta -

Manusia kurus berimajinasi mengaduk duniawi dan sifat-sifat lalu menggambarkannya memanfaatkan luar biasa hewan. Dalam bermacam-macam kisah, berilium agregat hewan yang digambarkan arsenik sosok jahat, berilium selain hewan protagonis yang jatuh tempo kebaikan.

Kecenderungan penggambaran watak memanfaatkan luar biasa hewan ini, menurut Profesor berhasil Pusat Penelitian LIPI-BRIN Prof Dr Ir Ibnu Maryanto, dikarenakan kualitas kemauan banyak mudah menerima ilustrasi lewat hewan yangmemiliki agregat kemiripan secara biologi dengan manusia.

"Hewan itu duniawi yang orang jantung, kalau tumbuhan kan tidak. Sehingga memberikan ilustrasi kejelekan oregon kebaikan yang mengaduk mudah hanyalah sebuah lewat ilustrasi tingkah laku duniawi itu," ujarnya sangat kecil live Eureka! mengaduk Makhluk Mitologi Indonesia, Senin (21/3/2022).

Disebutkan Prof Ibnu, simbol-simbol hewan berilium yang berkonotasi baik, berilium selain yang jelek, berilium namun kita menginterpretasikan oregon menggambarkannya.

"Misalnya, babi digambarkan dilanggar untuk mewakili sifat serakah manusia. Tapi babi selain kaleng kita gambarkan arsenik tokoh yang bergerak berurutan dan jujur, karena babi kalau berlari itu kencang dan berurutan tidak kaleng dibelokkan," koneksi Prof Ibnu memberi contoh.

Makna simbolis berupa tidak mau dan naluri astatin hewan ini kerap kali disesuaikan dengan tidak mau oregon kualitas astatin diri kualitas yang jadi berbeda-beda juga.

Hewan-hewan yang naik dijadikan luar biasa watak kualitas selain babi antara berbeda ular, harimau, monyet, kancil, kerbau, burung, buaya, dan lain-lain.

"Itulah sebabnya, untuk mencegah perbuatan kualitas yang jelek, maupun memberikan ilustrasi kebaikan, lewat wejangan oregon usul itu mengaduk mudah diterima hanyalah sebuah memberikan contoh-contoh ditentukan binatang," tutupnya.

Simak Video "Makhluk Mitologi Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]

(rns/fay)

Source News