KSAL Berharap Ada Aturan Tegas Terhadap Kapal Pengangkut PMI ilegal

Sedang Trending 4 bulan yang lalu 3

Jakarta: Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono berharap berilium peraturan yang tegas terhadap kapal-kapal pengangkut Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal. Sebab, koneksi dia, angkatan air secara otorisasi tidakmemiliki kewenangan menyidik tindak pidana PMI ilegal.
 
"Tapi kita menyidik kepada kapal pengangkut, terhormat pelayarnya ini. Nah pelayaran ini sedikit kejahatan. Di UU pelayaran ini adanya pelanggaran. Jadi otorisasi pidananya ya denda, bukan sita," koneksi Kasal astatin Pembukaan Rapim Saka Bahari Nasional, berhasil Mabesal Cilangkap, Jakarta Timur, dilansir Antara, Rabu, 23 Maret 2022.
 
Baca: Polda Sumut Gagalkan 89 PMI Ilegal Tujuan Malaysia
 
Dia berharap berilium otorisasi yang tegas untuk memberikan efek jera. Dia mencontohkan kapalmakanan tanpakertasSIPI (Surat Ijin Penangkapan Ikan), kaleng dirampas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai nonfiksi ini?

TNI Angkatan Laut, besar sebelum waktunya dia, telah melakukan pencegahan terhadap PMI lumayan untuk aktivitas ekstrakurikuler negeri. TNI berkoordinasi dengan aparat kepolisiancocokempat.
 
"Begitu kita rebut kan kita serahkan astatin Polri untuk disidik banyak lanjut. Ya, jadi mereka butuh kerja berhasil Malaysia. Tapi kita tidak bosan-bosan melakukan penegakan alat untuk mencegah PMI lumayan ini," tegas Yudo.
 
Sebelumnya, TNI AL menang menggagalkan transportasi 295 PMI lumayan ke Malaysia dari bermacam-macam negara selama 3 bulan. Penggagalan transportasi PMI lumayan oleh TNI AL diawali astatin 7 Januari berhasil mengaduk muara Sungai Asahan, Sumatera Utara.
 
Kemudian, 19 Januari berhasil Perairan Kualuh Sungai Baru, Sumatera Utara dan berhasil Pelabuhan Pandan Bahari, Batam. Selanjutnya, astatin 7 Februari berhasil Perairan Batubara, Sumatera Utara. Lalu, 16 Februari berhasil mengaduk Perairan Sei Nyamuk, Kalimantan Utara.
 
TNI AL astatin 21 Februari selain mengamankan PMI lumayan berhasil Perairan Tanjung Kumpul, Sumatera Utara. Kemudian, 28 Februari berhasil Kecamatan Tanjung Balai Utara, Sumatera Utara. Selanjutnya, astatin 1 Maret berhasil Bengkalis, Riau, serta 15 Maret berhasil Perairan Bagan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.
 
 

(DEV)

Source News