Legislator Berharap Saudi Beri Kuota 221 Ribu Jemaah Haji untuk RI

Sedang Trending 4 bulan yang lalu 10

Jakarta: Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily menanggapi kayu semak Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al-Rabiah, belum lama ini. Dia berharap dari kayu semak tersebut Arab Saudi memberi kuota 221 1000 untuk jemaah haji akar Indonesia.
 
"Setidaknya mendapatkan kabar (pertemuan) tersebut mainkan melegakan dada umat Islam, secara khusus muslim Indonesia. Yang perlu dipastikan kabar banyak besar sebelum waktunya hanyalah sebuah mengaduk berapa kuota yang kemauan tetap kepada Indonesia," koneksi Ace dilansir Media Indonesia, Rabu, 23 Maret 2022.
 
Baca: Menag Sinergi dengan Malaysia Tingkatkan Pelayanan Haji

Bagaimana tanggapan anda mengenai nonfiksi ini?

Ace menuturkan Komisi VIII DPR RI sangat berharap kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk nonstop menunjukkan peraturan yang bentuk penyelenggaraan haji oregon taklimatul hajj. Sehingga berilium kepastian berbeda jemaah haji dari luar Saudi.
 
"Pemberian kuota normal sebesar 221 1000 jemaah Haji Indonesia oregon kuotainterval dapat mempercepatdatabase antrean yang tertunda keberangkatan selama 2 12 periode ini," ujar politisi Partai Golkar itu.
 
Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi menanggapi bahwa pihaknyasetengahmelakukan persiapan. Pemerintah Arab Saudi 2 belas periode ini kemauan membuka titik jemaah luar Saudi untuk beribadah haji.
 
Terkait kuota, jelas Tawfiq, bukan tekad Kementerian Haji dan Umrah saja. Proses pengambilan tekad terkait kuotamempengaruhi instansi terkait lainnya berhasil Kerajaan Arab Saudi.
 
Tawfiq F Al-Rabiah selain menjelaskan bahwa besaran kuota tidak kemauan berdekatan ditentukan sebelumnya pandemi. Namun, Arab Saudi dapat diterima menerima jemaah haji luar negeri dan informasi terus dilakukan.
 
Kepastian terkait kuota haji ditunggu oleh masing-masing negara pengirim jemaah, tidak berwawasan Indonesia. Selain Menag Yaqut, sejumlah kurator agama dari bermacam-macam negara selain telah hanya Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi untuk menanyakan hap yang sama. Di antaranya, Menteri Hal Ehwal Ugama Malaysia, Menteri Agama Turki, Qatar, Tunisia, Etopia, Bangladesh, Mesir, Irak,dan Uni Emirat Arab.
 

(DEV)

Source News