Mendag: Konflik Rusia-Ukraina Belum Berdampak bagi Kinerja Perdagangan Bilateral

Sedang Trending 2 bulan yang lalu 6

Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan, meningkatnya eskalasi permusuhan geopolitik antara Rusia dan Ukraina belum berdampak terhadap tampilkan dikomersialkan bilateral Indonesia dengan ke-2 negara tersebut.
 
"Ekspor dan impor Indonesia-Ukraina astatin Februari 2022 tidak progresif menunjukkan peningkatan dan mencatatkan surplus dikomersialkan sebesar USD3,60 juta," ucap Lutfi dikutip dari pernyataan resminya, Minggu, 20 Maret 2022.
 
Sementara, lanjutnya, ekspor dan impor Indonesia-Rusia justru mengalami penurunan dan membukukan kekurangan dikomersialkan sebesar USD4,88 kardinal berhasil periode yang sama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai nonfiksi ini?

"Jika dilihat dari publikasi ekspor Ukraina terhadap penuh ekspor Indonesia tercatat berwawasan 0,11 persen berhasil Februari 2022 dan pangsa Rusia terhadap ekspor Indonesia berwawasan mencapai 0,76 persen," jelas dia.
 
Adapun neraca dikomersialkan mencatatkan tampilkan tahan astatin Februari 2022 dengan surplus sebesar USD3,83 miliar. Surplus dikomersialkan ini disebabkan nilai ekspor Indonesia yang tercatat USD20,46 kardinal banyak tinggi dari nilai impornya yang berwawasan USD16,64 miliar. Surplus dikomersialkan Januari 2022 berwawasan sebesar USD0,96 miliar.
 
"Surplus dikomersialkan Februari 2022 ini melanjutkan kecenderungan surplus secara beruntun sejak Mei 2020. Jika dibandingkan dengan periode Februari 2021 dan 2020 yang mengalami surplus sebesar USD1,99 kardinal dan USD2,49 miliar, surplus dikomersialkan Februari 2022 banyak baik," tuturnya.
 
Ia menguraikan, surplus dikomersialkan Februari 2022 disumbang oleh surplus dikomersialkan nonmigas sebesar USD5,73 kardinal dan kekurangan dikomersialkan migas sebesar USD 1,91 miliar.
 
Beberapa negara mitra dagang utama Indonesia, ditentukan Amerika Serikat (AS), Filipina, dan Jepang menyumbangkan surplus dikomersialkan atas yang mencapai USD3,14 miliar. Sementara itu, negara mitra akar kekurangan dikomersialkan pamungkas hanyalah sebuah Tiongkok (USD0,86 miliar), Thailand (USD0,45 miliar), dan Australia (USD0,39 miliar).
 
Secara kumulatif, neraca dikomersialkan Januari-Februari 2022 mengalami surplus USD4,79 miliar, melampaui surplus dikomersialkan periode Januari-Februari 2021 yang berwawasan mencapai USD3,95 miliar. Surplus dikomersialkan nonmigas selama Januari-Februari 2022 sebesar USD8,02 kardinal dinilai mampu menutupi kekurangan dikomersialkan migas yang mencapai USD3,24 miliar.
 
Surplus pamungkas periode kumulatif Januari-Februari 2022 berasal dari transaksi dikomersialkan dengan AS yang mencapai USD3,42 miliar, Filipina senilai USD1,26 miliar, dan India surplus senilai USD1,02 miliar.
 
"Tingginya surplus dikomersialkan Februari 2022 memberikan optimisme untuk mencapai nilai ekspor nonmigas berhasil 2022 yang didukung peningkatan ekspor nonkomoditas yang bernilai tambah dan berdaya saing," pungkas Lutfi.
 

(AHL)

Source News