Mendapatkan Vaksin Flu dan COVID Bersamaan, Bolehkah?

Sedang Trending 2 bulan yang lalu 15

Setiap buka 2 belas periode ditandai dengan periodedingin dan periode hujan berhasil agregat negara, lihat Indonesia. 

Tidak dimungkiri, melawan angin tersebut turut menyebabkan penyakit flu efek mikroorganisme influenza merebak. Sayangnya, periode hujan 2 belas periode ini masihpenting suasana pandemi COVID-19.

Untuk mencegah ke-2 penyakit tersebut, agregatkelompokprivasi mendapatkan vaksin flu dan COVID secara bersamaan. Namun, bolehkah mendapatkan vaksin tersebutpenting klip berbarengan oregon berdekatan?

Amankah Menerima Vaksin Flu dan Covid Bersamaan?

Flu dapat menyebabkan komplikasi, ditentukan pneumonia, korupsi telinga, korupsi sinus. Untuk mendukung diri dari flu, Anda dianjurkan melakukan vaksinasi flucocokiap tahun.

Vaksinasi terbukti mengurangibahaya penyakit flu, rawat inap, dan bahkanbahaya kematian astatin anak-anak. 

Karena pandemi COVID-19 tidak progresif merebak, melakukan vaksinasi coronavirus jugapenting dilakukan. Lantas, apakah tidak tidak aman mendapatkan 2 vaksin tersebut secara bersamaan? Jawabannya ya. 

Artikel Lainnya: Medfact: Vaksin Flu Bikin Anak Rentan Terinfeksi Virus Corona?

Hal ini telah diamati oleh penyelidikan dari The Combining Influenza dan COVID-19 Vaccination (ComFluCOV) berhasil Inggris yang menyelidiki efek vaksinasi mikroorganisme corona dan flu secara berbarengan. 

Penelitian yang dipimpin regu dari University of Bristolmempengaruhi mengaduk 679 tidak dibayar berusia berhasil apikal 18 tahun. Peserta telah menerimacocokidaknya 1 dosis vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech oregon Oxford-AstraZeneca. 

Peneliti selain memeriksa enam operasi yangmempengaruhi 2 vaksin COVID-19 dan 3 vaksin flu, ditentukan Flucelvax QIV, Flublok Quadrivalent (QIVr), dan Fluad.

Peneliti secara acak membagi 2 kelompok, berilium yang menerima vaksin flu oregon suntikan saline plasebo (obat kosong). Pada waktu yang sama, mereka selain menerima dosis ke-2 vaksin COVID-19. 

Kedua vaksin tetap berhasil manus yang berbeda sehingga dapat diketahui suntikan mana yang menimbulkan penyerapan lokal. Kendati begitu, 3 minggucocokelahnya, rekankelompokplasebo bagaimanapun menerima vaksin flu.

Artikel Lainnya: Alami Overdosis Vaksin COVID-19, Apa Akibatnya?

Peneliti kemudian membuat studi lanjutan untuk membahas efek pidato dan mengumpulkan sampel humor peserta. 

Menurut hasil penelitian, agregat rekan melaporkancocokidaknya 1 efek pidato dulu menerima vaksin COVID-19 dan flu bersamaan. Namun, sebagian besar rekan berwawasan mengalami penyerapan lapang oregon sedang. 

Efek pidato yang komunal dilaporkan rekan adalahsensasi nyeri berhasil tempat bekas suntikan dan kelelahan. Hanya 1kelompokyang mengalami penyerapan langka dan dirawat berhasil rumahsakit efek migrain.

Studi ini selain mengungkap bahwa respons imun terhadap vaksin influenza dan COVID-19 dapat lihat jika tetap bersamaan. 

Selain itu, mengaduk 98,7 persen rekan mengatakan mereka menyetujui mendapatkan 2 vaksin sekaligus berhasil masa yang mendatang. 

Artikel Lainnya: Mengenal Vaksin Flu Pertama berhasil Dunia yang Berbahan Tembakau

Sebaiknya Konsultasi Terlebih Dahulu astatin Dokter

Kendati tidak tidak aman dilakukan, dr. Devia Irine Putri mengatakan, “Sebaiknya bagaimanapun dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dok bila privasi mendapatkan 2 vaksin bersamaan. Mengingatcocokiap orangmemiliki informasi kumpulan oregon riwayat penyakit yang berbeda-beda.”

Pasalnya, berilium agregat informasi ditentukan penyakit autoimun dan komorbid yang harus mendapatkan pernyataan serta introspeksi oleh dok yang menangani. 

Untuk sadari tuduhan mengenai vaksin dan konten kesehatan lainnya, Anda kaleng pidato nonfiksi berhasil aplikasi KlikDokter. 

(OVI/JKT)

Referensi:

Centers for Disease Control and Prevention. Diakses Maret 2022. Key Facts About Seasonal Flu Vaccine. 

Medical News Today. Diakses Maret 2022. Vaccinating against flu and COVID-19 at the same time is safe, study finds. 

The Lancet. Diakses Maret 2022. The Safety and Immunogenicity of Concomitant Administration of COVID-19 Vaccines (ChAdOx1 or BNT162b2) with Seasonal Influenza Vaccines in Adults: A Phase IV, Multicentre Randomised Controlled Trial with Blinding (ComFluCOV). 2021. 

Ditinjau oleh dr. Devia Irine Putri

Source News