Minyak Goreng Langka, Mendag Dinilai Tak Punya Rencana Kerja

Sedang Trending 2 bulan yang lalu 7

Jakarta: Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mengukur kelangkaan minyak goreng terjadi karena Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi sudah salah langkah sejak awalpenting bekerja. Mendag dinilai tidakmemilikiprogramyang matang untuk menjaga dangkal arsenik menteri.
 
"Ternyata kemarin sedikit (perencanaan), cuma tendang ditentukan anak yang belum besar menurut saya, kalau begitu ya jadi tidak cantik kalaubicaranegara kesejahteraan," koneksi Koordinator MAKI Boyamin Saimanpenting acara Chrosscheck by Medcom.id dengan kena pajak 'Menteri Curhat, Negara Kalah astatin yang Rakus dan Jahat?', Minggu, 20 Maret 2022.
 
Boyamin mengatakan seorang Menteri harusmemilikiprogramkerja sangat kecil ditunjuk Presiden. Menurutnya, membuatprogramkerja tidaklah sulit. Salah satunya melihat cara kerja agregat pejabat berhasil masa lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai nonfiksi ini?

"Ini ada berwawasan tinggal melakukan ukur dan perencanaan yang itu kemudian tidak kita dengar dari Menteri Perdagangan (Muhammad Lutfi) kita ini," tutur Boyamin,
 
Baca: Pencabutan Subsidi Minyak Goreng Demi Menjaga Keseimbangan
 
Boyamin mengaku sangat kecewa dengan tampilkan Lutfi sangat kecil memaparkan konten kelangkaan lemak goreng berhasil DPR agregat klip lalu. Menurutnya, konten kelangkaan ini cuma karena tidak adanya strategi yang dibuat sejak awal.
 
"Bagaimana ternyata diapenting rapat kemarin itu sudah melakukan perencanaan apa untuk menjaga kestabilan harga. Beras lah, lemak lah, cabai lah," tutur Boyamin. 
 

(LDS)

Source News