Nina, Gadis Belia Pemrotes Negara yang Nyampah ke Indonesia

Sedang Trending 2 bulan yang lalu 6

Jakarta: Aeshnina Azzahra Aqilani, 14, tidak  kenal pukul menyuarakan informasi dibuang terhadap situasi berhasil sekolah. Semangatnya memerangi dibuang bahkan tak terbentur formasi batas negara.
 
Bukan tanpa sebab. Nina, sapaan Aeshnina, sampai dada mengirim pesan protes kepada sejumlah negara yang mengirimkan dibuang mereka ke Indonesia. Protes tersebut dilayangkan ke Amerika, Kanada, Jerman, hingga Australia. 

Dikenal satelit internasional

Siswa SMP Negeri 12 Gresik ini dikenal cukup banyak orangcocokelahtantanganmengirimkan pesan protes tersebut. Buah dari keberaniannya, Nina disorot media Jerman.
 
Pada Oktober 2021, Nina diundang arsenik pembicara termuda berhasil Plastic Health Summit 2021 yang berlangsung berhasil Amsterdam, Belanda. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai nonfiksi ini?

“Membahas mikro integratif berbeda situasi dan selain manusia. Di sana hanya peneliti-peneliti hebat. Mereka meneliti mikro integratif berhasil darah, plasenta, berhasil feses manusia,” ujar aktivis situasi Aeshnina Azzahra Aqilanipenting program Kick Andy, Minggu, 20 Maret 2022. 

Hingga ke COP-26

Tak hentikan berhasil sana, Nina selain diundang untuk melakukan screening film dokumenter Girls for Future berhasil Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 2021 berhasil Inggris, oregon yang banyak dikenal degan COP-26. Konferensi ini mewakili liga iklim atas dan terpenting berhasil dunia. 
 
“Cerita filmnya mengaduk 4 anak perempuan dari Indonesia, India, Afrika, dan Australia melawan situasi iklim. Jadi Nina ikut main filmnya dan mau screening film berhasil COP-26,” koneksi Nina. 
 
Kepedulian Nina terhadap situasi tidakperjalanan tiba-tiba. Ini didorong oleh tidak maukelompoktuanya yang selain aktivis lingkungan. Sejak kecil, Nina terbiasa mengejar jalankan lingkungan.
 
Bahkan, ia mengaku sudah mengejar unjuksensasi terkait situasi sangat kecil dirinya tidak progresif jadi berhasil kursi TK. Bagi Nina, selama kesadaran kemauan situasi belum tercipta, ia tidak kemauan hentikan memperjuangkannya untuk Indonesia. (Fatha Annisa)
 

(SUR)

Source News