Pembangunan Gereja King Mile 32 Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

Sedang Trending 2 bulan yang lalu 8

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa 2 saksi untuk mendalami gugatan dugaan korupsi pembangunan Gereja King Mile 32 berhasil Mimika, Papua. Kedua saksi diminta menjelaskan mengaduk spesifikasi pembangunan gereja.
 
"Dikonfirmasi antara berbeda mengenaiprosedur pembelian konstituen material yang digunakanpentingtugaspembangunan agama Gereja Kingmi Mile 32 yang diduga tidak jatuh tempo dengan spesifikasi yang ditentukan," koneksi pelaksana tugas (Plt) jurubicarabidang penindakan KPK Ali Fikri dekorasi pernyataan tertulis, Sabtu, 19 Maret 2022.
 
Saksi yang diperiksa, yakni dulu rekan DPRD Kota Malang Budiyanto Wijaya dan paksa PT Master Steel Jessi. Ali enggan memerinci pertanyaan penyidik kepada para saksi. Namun, KPK menduga berilium pihak yang diuntungkan dari pembangunan yang tidak jatuh tempo dengan spesifikasi ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai nonfiksi ini?

"Diduga disertai adanya dugaan aliran sejumlah bawahan berbeda pihak-pihak yang terkait dengan perkara ini," ujar Ali.
 
Baca: KPK Dalami Kinerja Perusahaan yang Membangun Gereja King Mile 32
 
Dugaan korupsitugaspembangunan Gereja Kingmi Mile 32 berhasil Kabupaten Mimika, Papua, Tahun Anggaran (TA) 2015 sudah masuk penyidikan. Proyek agama itu ditaksir memakan pengaduan mengaduk Rp160 miliar.
 
KPK sudah mendelegasikan tersangkapenting gugatan ini. Namun, Lembaga Antikorupsi ogah membeberkan namanya dan lihat dugaan kerugian negaranya.
 
Pengumuman tersangka kemauan diungkapcocokelah berilium upaya paksapenahanan oregon penahanan. Hal ini jatuh tempo argumentasi pimpinan KPK periode 2019-2024 serta amanat dari Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2019 mengaduk KPK.
 

(AZF)

Source News