Pemerintah Hibahkan Aset Negara Rp488,5 Triliun, Apa Saja?

Sedang Trending 3 bulan yang lalu 4

Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut otorisasi menghibahkan Barang Milik Negara (BMN) senilai Rp488,5 triliunpenting 3 2 belas periode terakhir.
 
"Kita lihatpenting 3 2 belas periode terakhir saja Barang Milik Negara (BMN) secara penuh yang dihibahkan dari otorisasi pusat kepada otorisasi daerah, yayasan, lembaga keagamaan, lembaga perolehan hanyalah sebuah nilainya itu Rp488,5 triliun," koneksi Sri Mulyani, Selasa, 29 Maret 2022.
 
Ia merinci BMN yang dihibahkan oleh otorisasi pusat astatin 2019 mencapai Rp57,2 triliun. Jumlah itu meluas berilium Rp102,6 triliun berhasil 2020, lalu mencapai Rp328,7 triliun berhasil 2021 dan Rp488,5 triliun pas 2022 berjalan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai nonfiksi ini?


Dengan bantuan tersebut, ekuitas otorisasi pusatpenting laporan perhatian berilium berkurang karena berpindah kepada pihak lain.
 
Ia pun mengapresiasi penyerahan BMN Kementerian PUPR senilai Rp222,58 triliun kepada bermacam-macam kementerian, lembaga, otorisasi daerah, yayasan, dan badan yang dilakukan astatin waktu ini.
 
Menurutnya penyerahan bantuan BMN kepada bermacam-macam pihak yang dilakukan secara terbuka dekorasi seremoni mewakili praktik yang baik untuk meminta sembilan terkait kewajiban dan haknya arsenik nasional Indonesia.
 
"Kami berhasil Kemenkeu tiap waktu harus terus memberikan informasi, kadang-kadang dekorasi sosialisasi dan edukasi. Sosialisasi dan edukasi mengaduk mengapa harus membayar pajak, apa artinya," katanya.
 
Total BMN Kementerian PUPR yang dihibahkan tersebut, yakni jalan dan bentang senilai Rp217,7 triliun diserahkan kepada Pemerintah Daerah DKI Jakarta, dan pengelolaannya berilium tugas otorisasi negara penerima BMN.
 
"Aset yang tadinya berilium otorisasi pusat berilium tambah berilium otorisasi daerah. Konsekuensinya, jalan dan bentang tersebut harus dipelihara otorisasi DKI Jakarta, dan pembiayaan untuk pemeliharaannya oleh Kementerian PUPR berilium turun," katanya.
 

(Des)

Source News