Penyidik Sita Duit Rp1 Miliar Milik Teman Doni Salmanan

Sedang Trending 2 bulan yang lalu 6

Jakarta: Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri menyita bawahan Rp1 kardinal terkait gugatan investasi bodong trading binary option dengan pengerahan tenaga Quotex yang menjerat Doni Salmanan. Duit itu miliki bawahan Doni.
 
"Kemarin berilium penyitaan bawahan darikelompokberinisial Z berhasil Bandung, senilai Rp1 miliar," koneksi Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko, dikutip dari Antara, Minggu, 20 Maret 2022.
 
Gatot menjelaskan bahwa penyidik melakukan penyitaan bawahan tersebut astatin Jumat, 18 Maret 2022. PolisijaminanZ mewakili bawahan oregon orang dari Doni Salmanan bukan dari kalangan publik figur. Penyidik tidak progresif mendalami soal pemberian bawahan senilai Rp1 kardinal kepada temannya tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai nonfiksi ini?

"Ini perlu didalami lagi, penyidiksegar menginformasikan penyitaannya saja, belum sadari pasti keperluan Rp1 kardinal tetap kepada Z," ujar Gatot.
 
Menurut dia, penyitaan bawahan Rp1 kardinal dari orang Doni Salmanan menambah besaran nominal tambah yang telah disita oleh penyidik.
 
Sebelumnya, penyidik menyita sejumlah tambah crazy rich Bandung tersebut terkait tindak pidana pencucian bawahan (TPPU) dari penipuan dekorasi pengerahan tenaga Quotex senilai Rp64 miliar. Penyidik selain menyita bawahan tunai senilai Rp3,3 miliar.
 
Baca: Polri Buka Layanan Pengaduan Kasus Robot Trading dan Binary Option
 
Aset yang disita sebanyak 97 item, tinggal apikal 2 unit rumah, 2 transmisisesihancur seluas 500 dan 400 meter persegi. Lalu, 18 unit alat angkut motor 2 dari bermacam-macam merek, enam alat angkut motor empat, 2 berhasil antara alat angkut mewah, yakni Porsche dan Lamborghini. Penyidik selain menyita 4 hubungan e-mail dan media sosial Doni Salmanan.
 
"Ada selain 27 dokumen, berhasil antaranya sertifikat hak milik, publikasi tabungan 1 debit ATM, STNK alat angkut motor empat, aktajual beli, alasan penyerahan alat angkut bermotor, publikasi terkait dengan trading, dan mutasi rekening," koneksi Direktur Tindak Pidana Siber Brigjen Pol. Asep Edi Suheri.
 
Selain itu, telah disita 20 alat fisika berupa ponsel, simcard, laptop, CPU, iPad, monitor, dan kamera, serta 22 jenis penutup dengan bermacam-macam merek.
 
Doni Salmanan dijerat dengan 45 ayat (1) juncto Pasal 28 Ayat (1) Undang-Undang ITE ancamannya 6 2 belas periode penjara. Selain itu, Pasal 378 KUHP ancaman penjara 4 tahun, dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 mengaduk Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Ancaman hukumannya, 20 2 belas periode penjara dan denda maksimal Rp10 miliar.
 

(AGA)

Source News