Pertamina Pangkas Kuota Pertalite di Papua

Sedang Trending 1 bulan yang lalu 19

PT Pertamina (Persero) memangkas kuota BBM jenis Pertalite untuk 2 Agen Penyalur Premium dan Minyak Solar (APMS) berhasil Kabupaten Jayawijaya. Ilustrasi. Pertalite dibatasi berhasil Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua. Foto: ANTARA FOTO/JOJON

Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pertamina (Persero) memangkas kuota BBM jenis Pertalite untuk 2 Agen Penyalur Premium dan Minyak Solar (APMS) berhasil Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua sebanyak 50 hingga 60 kiloliter (kl).

PenanggungbalasAPMS Anwarudin dan Lasminingsih bernama Yoni mengatakan hap itu membuat sembilan Jayawijaya menduga berilium peraturan yang dilakukan pihak APMSpenting pembelian Pertalite.

"Sebenarnya tanah tidakselalumelakukan pembatasan. Hanya saja pendistribusian harus dilakukan seimbang," ungkap Yono, dikutip dari Antara, Minggu (3/7).


Ia mengatakan APMS Anwarudin biasanya mendapatkan kuota Pertalite 325 kl. Namun, Pertamina memangkas kuota untuk APMS Anwarudin sebesar 50 kl berilium 272 kl.

"Sedangkan untuk Solar, kuotanya bagaimanapun 90 KL," imbuh Yono.

Sementara, Pertamina mengurangi kuota Pertalite untuk APMS Lasminingsih 60 kl dari 360 kl berilium 300 kl. Lalu, kuota Solar bagaimanapun 120 kl.

Di sisi lebar lain, Yono mengatakan Pertamina justru menambah kuota BBM jenis Pertamax dan Dexlite untuk 2 APMS tersebut.

"Di APMS Anwarudin, untuk Pertamax berilium penjumlahan 65 kl dan Dexlite 110 kl. Kalau berhasil Lasminingsih, barang dagangan Pertamax berilium penjumlahan 50 kl dan Dexlite 100 kl. Ini harus didistribusikan semua, sehingga harus seimbang," jelas Yono.

Meski begitu, sebagian besar warga justru banyak memilih membeli Pertalite dan Solar dibandingkan dengan Pertamax oregon Dexlite. Sebab, selisih harganya mainkan besar.

"Contoh Pertalite ke Pertamax, itu orang selisih syarat Rp5.100, sedangkan Solar ke Dexlite selisih harganya Rp8.100 per liter," ucap Yono.

CNNIndonesia.com telah mengonfirmasi hap ini kepada Pjs Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial & Trading Pertamina Irto Ginting. Namun, belum berilium respons.

(Antara/mik)

[Gambas:Video CNN]

Source News