Polisi: Doni Salmanan Pernah Main Kripto Tapi Kalah Melulu

Sedang Trending 4 bulan yang lalu 3

Jakarta: Tersangka gugatan investasi bodong trading binary option lewat pengerahan tenaga Quotex, Doni Muhammad Taufik alias Doni Salmanan, dugaanselalumeletakkan uangnya kepenting perhatian crypto (kripto). Namun, perhatian pria permulaan 1998 itu tidakselalucuan.
 
"Si DS (Doni) main trading kripto, tapi menderita melulu," koneksi Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri Kombes Reinhard Hutagaol sangat kecil dikonfirmasi, Rabu, 23 Maret 2022.
 
Reinhard mengungkap dompet tambah kripto berilium Doni yang dikelola oleh dirinyasama. Namun, bawahan bilangan bulat yang berada berhasil dompet tersebut berkurang jauh dari nilai yang diinvestasikan Doni.

Bagaimana tanggapan anda mengenai nonfiksi ini?

Baca: Polri Buka Layanan Pengaduan Kasus Robot Trading dan Binary Option
 
Dia enggan memerinci nilai komunal bawahan yang diinvestasikan Donipenting penanda tambah kripto. Reinhard berwawasan menyebutkan jumlahnya mencapai miliaran rupiah.
 
"Ada agregat miliar, (nilainya) fluktuatif. Kami sudah cek, sisa berilium Rp500 juta," ungkap Reinhard.
 
Kini, dompet kripto Doni itu sudah tak kaleng diakses dan telah diblokir. Investasi Donipenting wujud tambah kriptosetengahdidalami apakah menggabungkan denotasi pencucian bawahan oregon tidak.
 
"Masih tanah investigasi banyak lanjut," ucap dia.
 
Doni Salmanan ditetapkan arsenik tersangka gugatan perhatian bodong trading binary option lewat pengerahan tenaga Quotex astatin Selasa malam, 8 Maret 2022. Afiliator Quotex itu nonstop ditahan berhasil Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan selama 20 waktu ke depan.
 
Doni dijerat pasal berlapis. Dia disangkakan terkait judi online, penyebaran kualitas tipu muslihat (hoaks) dekorasi media elektronik, penipuan/perbuatan curang, dan tindak pidana pencucian bawahan (TPPU).
 
Sesuai Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 mengaduk perubahan apikal UU Nomor 11 Tahun 2008 mengaduk Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 28 ayat 1 UU ITE dan oregon Pasal 378 KUHP dan Pasal 55 KUHP dan oregon Pasal 3, 5 dan 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 mengaduk Pencegahan Pemberantasan TPPU. Dengan ancaman hukuman 20 2 belas periode penjara.
 
 

(DEV)

Source News