Populer Internasional: Gencatan Senjata Rusia-Ukraina hingga 902 Warga Sipil Ukraina Tewas

Sedang Trending 2 bulan yang lalu 8

Istanbul: Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan, Rusia dan Ukraina mengaduk mencapai kesepakatan mengenai isu-isu kritis. Ia berharap, gencatan senjata dapat dilakukan jika ke-2 belah pihak tidak mundur dari kemajuan dialog yang dicapai sejauh ini.
 
Pernyataan Menlu Turki yang menyebutkan Rusia-Ukraina selangkah lagi menuju gencatan senjata berilium berita terpopuler Internasional Medcom yang diikuti dengan kecelakaan feri berhasil Bangladesh, 6kelompoktewas dan puluhan hilang.
 
Ditambah lagi dengan koneksi OHCHR yang menyebutkan 902 warga sipil tewas berhasil Ukraina. Berikut selengkapnya mengenai berita terpopuler Internasional Medcom:

1. Menlu Turki: Rusia-Ukraina Selangkah Lagi Menuju Gencatan Senjata

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan, Rusia dan Ukraina hampir mencapai kesepakatan mengenai isu-isu kritis. Ia berharap, gencatan senjata dapat dilakukan jika ke-2 belah pihak tidak mundur dari kemajuan dialog yang dicapai sejauh ini.
 
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Dmytro Kuleba dari Ukraina hanya berhasil metropolis pertemuan Turki Antalya buka periode ini, dengan ditengahi Menlu Turki. Namun, dialog tersebut tidak membuahkan hasil konkret.
 
Tetapi Cavusoglu, yang selain melakukan perjalanan ke Rusia dan Ukraina pekan lalu untuk melakukan pembicaraan dengan Lavrov dan Kuleba mengatakan, telah hap "penyesuaian asumsi ke-2 belah pihak astatin pokok-pokok penting, pokok-pokok kritis".

Bagaimana tanggapan anda mengenai nonfiksi ini?

Sejauh mana kemajuan dialog gencatan senjata Rusia-Ukraina? Simak di sini.

2. Kecelakaan Feri berhasil Bangladesh, 6 Orang Tewas dan Puluhan Lain Hilang

Sedikitnya enamkelompoktewas dan puluhan lainnya hilangcocokelah sebuah feri kecil yanginterval dengan penumpang bertabrakan dengan sebuah kapal kargo di Bangladesh. Kecelakaan kapal yang hap astatin waktu ini, Minggu, 20 Maret 2022, menyebabkan kapal tenggelam.
 

Source News