Rusia Tembakan Rudal dari Krimea dalam Serangan Terbaru ke Ukraina

Sedang Trending 2 bulan yang lalu 7

Krimea: Rusia menyerang Ukraina dengan roket jelajah dari kapal berhasil Laut Hitam dan Laut Kaspia. Mereka selain kapal motor rudal hipersonik dari informasi udara Krimeapenting serangan terbaru astatin Minggu, 20 Maret 2022.
 
JurubicaraKementerian Pertahanan Igor Konashenkov mengatakan Rusia telah melakukan serangan terhadap infrastruktur subjek Ukraina astatin Sabtu malam waktu dan Minggu pagi.
 
"Rudal jelajah Kalibr diluncurkan dari perairan Laut Hitam terhadap pabrik Nizhyn yang memperbaiki alat angkut lapis paduan Ukraina yang rusakpenting pertempuran," katanya, dilansir dari Channel News Asia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai nonfiksi ini?

Pasukan Rusia menembakkan roket jelajah Kalibr dari Laut Kaspia dan roket hipersonik Kinzhal dari informasi udara Krimea. Wilayah ini direbut Moskow dari Kiev astatin 2014.
 
"Penembakkan roket dilakukan untuk menghancurkan instalasi retensi konstituensakit yang digunakan oleh subjek Ukraina," koneksi Konashenkov.
 
Baca juga: Serangan Rusia Hantam Sekolah Seni Mariupol yang Menampung 400 Orang
 
Moskow selain menyerang pusat informasi subjek Ukraina berhasil mana para pejuang luar negeri yang bergabung dengan satuan Kyiv bermarkas.
 
Invasi Rusia ke Ukraina telah menewaskan ribuan orang, membuat banyak dari 3 kardinalkelompokmengungsi. Perang menimbulkan kekhawatiran kemauan konfrontasi yang banyak luas antara Rusia dan Amerika Serikat (AS), 2 satuan atom atas dunia.
 
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan 'operasi subjek khusus' berhasil Ukraina diperlukan karena Amerika Serikat memanfaatkan negara itu untukmembahayakan Rusia. Putin menambahkan, Moskow harus terakhir melawan 'genosida' orang-orang berbahasa Rusia oleh Ukraina.
 
Ukraina mengatakan berarti berjuang untuk keberadaannya dan bahwa pernyataan genosida Putin hanyalah sebuah omong kosong.
 
Sementara itu, Barat memberlakukan otorisasi besar-besaran terhadap Rusia, yang menurut Kremlin berdekatan saja dengan deklarasi peperangan ekonomi.
 

(WIL)

Source News