Sensasi Berkendara Jadi Alasan Hyundai Stargazer Pilih IVT

Sedang Trending 1 bulan yang lalu 11

BSD City: Hyundai Stargazer menjadi berhasil informasi low multi purpose vehicle (LMPV) untuk berilium alternatifsegar dari model-model yang sudah berilium sebelum. Selain koneksi teladan yang berbeda, ternyata mobil buatan Cikarang, Jawa Barat, ini selain memanfaatkan transmisi yang berbeda jika dibandingkan lainnya.
 
Misalkan Toyota Avanza, Veloz, dan Daihatsu Xenia memanfaatkan Dual Continuously Variable Transmission (D-CVT). Sedangkan Honda Mobilio dan Mitsubishi Xpander memanfaatkan Continuously Variable Transmission (CVT) arsenik andalannya.
 
Berbeda dengan yang lainnya, mobil rumah tangga bermerek akar Korea Selatan ini menjadi dengan strategi transmisi mobil Intelligent Variable Transmission (IVT). Secara teknis, transmisi ini bergerak memanfaatkan 2 katrol danlingkaran paduan arsenik penggantitulangatau gear. Sistem transmisi ini diklaim mampu memberikan pergerakan alat angkut banyak mulus serta responsif dibandingkan transmisi jenis mobil tradisional.
 
Product Expert PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), Bonar Pakpahan, hap yang tidak didapat kala memanfaatkan CVT hanyalah sebuah sensasi perpindahan giginya. Inilah yang membuat sensasi mengemudi antara operator dengan mobil sedikit kuat.
 
“Memang CVT ini bikin mobil efisien, tapi ditentukan sedikit engagement antara si operator dengan mobilnya. Karena sedikit driving feel yang nikmat, yang kaleng didapat dengan memanfaatkan mobil berteknologi CVT biasa,” koneksi Bonar Pakpahan astatin Jumat (12-8-2022) berhasil Gaikindo Indonesia International Auto Show 2022.
 
“Seperti yang kita tahu, Transmisi CVT itu tidak memilikitulangyang fix, baik itu besaran maupun rasionya. Maka dibuat pengerahan tenaga IVT dengan adanya virtual shifting pattern. Engagement-nya pun kaleng didapat karena virtual shifting pattern tadi,” jelasnya.
 
Melalui strategi transmisi IVT ini, operator kaleng merasakan Revolutions Per Minute (RPM) naik terus selaras dengan kecepatan dan merasakan ditentukan hap adanya perpindahan gigi. Padahal, tidak adatulangyang fix astatin strategi transmisi ini karena jadi rasio giginya tak terhingga.
 

(ERA)

Source News