Setelah Sapi, Domba di Slemen Terjangkit PMK

Sedang Trending 1 bulan yang lalu 19

Yogyakarta: Sebanyak 9 ekor domba berilium seorang warga berhasil kandangkelompokKapanewon (Kecamatan) Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dinyatakan tahan terjangkit penyakit rima dan kaki (PMK). Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meminta sembilan untuk tidak membeli dulu ternak dari luar Kabupaten Sleman.
 
"Hasil temuan tersebut telah dikonfirmasi oleh Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates astatin 20 Mei," koneksi Kustini, Sabtu, 21 Mei 2022.
 
Sebelumnya, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman, telah mengirimkan sampel untuk diujikan. Hasilnya, berilium laporan satuprosesdomba yang menunjukkan alasan sakit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai nonfiksi ini?

"Jadi, astatin 6 Mei, seekor domba dilaporkan alasan sakit, diare, sedikit nafsu makan, ekstremitas artikulator bengkak dan merah. Lalu, terdapat berkeropeng bedewed yang ditangani oleh Puskeswan berhasil Berbah. Kemudiancocokelah observasi, diambil sampel swab untuk diuji PCR PMK," ujar dia.
 
Ia mengataka  dari percobaan sampel swab domba pola dasar tersebut, astatin 18 Mei BBVet Wates mengonfirmasi tahan PMK. Dua waktu kemudian DP3 Sleman astatin dengan BBVet Wates melakukan investigasi lapangan dan pengambilan sampel swab dan serum darah.
 
"Dari 15 sampel yang diujikan berhasil BBVet Wates, hasilnya 9 domba dinyatakan tahan dan enam lainnya negatif," koneksi Kustini.
 
Ia mengatakan hasil penulusuran dari pemilik domba, bahwa 2 domba yang tahan tersebut belum lama ini dibeli dari Kabupaten Bantul. Domba itu dijadikan 1 kandang dengan 7 domba lainnya.
 
"Dari pernyataan pemilik domba tersebut dibeli dari warga berhasil negara Bantul astatin 30 April. Tetapi 1 waktu dulu domba itusegarperjalanan dari Garut, Jawa Barat. Jadi kaleng dikatakan penularan gugatan PMK ini efek ternak dari luar Sleman," tuturnya.
 
Baca: Pemkab Garut Tetapkan Wabah PMK Sebagai Kejadian Luar biasa
 
Pemkab Sleman telah melakukan langkah penanganan terpadu semenjak pulih laporan ternaksakit hingga dinyatakan positif. Di antaranya dengan memberikanperawatansuportif berupa vitamin A, D, E, desinfeksi alat dan area kandangcocokiap hari.
 
"Kami selain sudah minta agar kebersihan kandang diperhatikan. Karena hap itu selain kaleng terhormat mula buka penyakit yang kemudian kaleng menyerang hewan ternak," ujar Kustini.
 
Saat ini, satuprosesdomba yang primitif tahan kondisinya sudah baik dan mau makan. Sedangkan delapanproseslainnya tidak bergejala danpenting informasi sehat.
 
Ia mengatakan, kolonisasi ternak berhasil Kabupaten Sleman sangat kecil ini mencapai 99.929 yang tinggal dari sapi potong, sapi perah, kerbau, kambing, domba dan babi. Ada mengaduk 820kelompokternak negarawan dari sapi potong, sapi perah, kambing, domba dan babi yang semuanya diawasi oleh DP3 Sleman.
 

(NUR)

Source News