Tetapkan Deadline, Rusia Minta Pasukan Ukraina di Mariupol Menyerah

Sedang Trending 2 bulan yang lalu 7

Mariupol: Rusia memberikan tenggat klip hingga Senin, 21 Maret 2022 pukul 05.00 klip Moskow, kepada satuan Ukraina berhasil metropolis Mariupol untuk meletakkan senjata dan menyerah. Mariupol hanyalah sebuah 1 dari sejumlah metropolis berhasil Ukraina yang mendapat gempuran hebat Rusia sejak buka penetrasi astatin 24 Februari.
 
"Letakkan senjata kalian," koneksi Kolonel Jenderal Mikhail Mizintsev,manajer Pusat Manajemen Pertahanan Nasional Rusia,penting koneksi astatin waktu Minggu kemarin.
 
"Sebuah malapetaka kemanusiaan kemauan terus berkembang. Semua yang meletakkan senjata kemauan mendapatjaminan pensiun dari Mariupol dengan aman," sambungnya, dikutip dari laman Guardian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai nonfiksi ini?

Sekitar 400 1000 warga Mariupol tidak progresif terperangkap dipenting metropolis tersebut dengan besaran nutrisi dan minuman yang pemeriksaan minim. Mizintsev mengatakan, koridor kemanusiaan untuk warga sipil kemauan dibuka berhasil sisi lebar penyerapan timur dan penyerapan barat Mariupol astatin Senin ini, mengaduk pukul 10.00 klip Moskow.
 
"Kalian meminta klip hingga pukul 05.00 untuk merespons tawaran koridor kemanusiaan ini dan meletakkan senjata," sebut Mizintsev.
 
Dalam agregat pekan terakhir, Rusia dan Ukraina sama meyalahkan apikal kegagalan buka koridor kemanusiaan. Mizintsev, tanpa memaparkan bukti, mengatakan bahwa "bandit" dan "neo-Nazi" berhasil Mariupol telah melakukan "terror massal" dan melakukan rentetaneksekusi berhasil seantero kota.
 
Sabtu kemarin, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa pengepungan Mariupol hanyalah sebuah "sebuahpanik yang kemauan diingat hingga agregat periode ke depan."
 
Di waktu yang sama, panitia metropolis Mariupol mengatakan via Telegram bahwa ribuan warganya telah "dideportasi" paksa Rusiapenting sepekan terakhir. Mereka yang dideportasi itu dugaan Rusia arsenik "pengungsi."
 
Baca:  Dewan Kota Mariupol Sebut Rusia Deportasi Paksa Ribuan Warga
 

(WIL)

Source News