Total Aset Tersangka Viral Blast Senilai Rp51,5 Miliar Disita

Sedang Trending 4 bulan yang lalu 8

Jakarta: Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri terus menyita tambah para tersangka gugatan investasi bodong robot trading Viral Blast Global berilium PT Trust Global Karya. Nilai tambah yang disita mencapai Rp51,5 miliar.
 
"Sebelumnya regu penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri telah melakukan penyitaan bawahan dolar pecahan SGD 1.000, berhasil kurs rupiah mengaduk Rp20 miliar," koneksi Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawanpenting pernyataan tertulis, Senin, 21 Maret 2022.
 
Kemudian, 2 mobil BMW, 1 mobil VW Caravan, dan 1 mobil Jaguar senilai Rp1,5 miliar.  Penyitaan bawahan berhasil agregat rekening bank dan tambah crypto mengaduk Rp15 miliar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai nonfiksi ini?

Terbaru, penyidik menyita 2 lokasi berilium tersangka Minggus Umboh berhasil Graha Family, Surabaya, Jawa Timur, dan 1 lokasi tersangka Zainal Hudha Purnama berhasil Green Lake, Surabaya. Total ke-2 lokasi senilai Rp15 miliar.
 
Whisnu mengatakan pihaknya kemauan melacak aset-aset lainnya. Harta kekayaan hasil pelanggaran penipuan robot trading Viral Blast dari para tersangka dipastikan disita.
 
"Karenapenting pelanggaran robot trading Viral Blast ini, selain dijerat dengan pelanggaran penipuan dan pelanggaran dikomersialkan terhadap mereka, selain dikenakan dengan pelanggaran pencucian uang," ungkap jenderal prima 1 itu.
 
Baca: Kerugian Korban Viral Blast Mencapai Rp1,2 Triliun
 
Dirtipideksus Bareskrim Polri mendelegasikan 4 tersangkapenting gugatan ini, yakni RPW, Minggus Umboh, Zainal Hudha Purnama, dan Putra Wibowo. Sebanyak 3 tersangka telah ditahan, sedangkan Putra Wibowo tidak progresif diburu.  
 
Modus operandi para tersangka dekorasi PT Trust Global Karya ialah memasarkan e-book dengan sanksi Viral Blast kepada para member untuk melakukan trading berhasil bursa komoditas. Ketika diusut ternyata fiktif. Sekitar 12 1000 member trading tertipu dengan kerugian mencapai Rp 1,2 triliun.
 

(AZF)

Source News