Ajies Sabara, builder asal F.Art 32 dari Bangkalan, Madura, mencatat pencapaian besar di Kustomfest 2026 – High Octane. Lewat motor kustom berbasis Honda CB150R yang diberi nama Pelor Angin, ia sukses merebut gelar Best Kustom Bike Show dan menjadi pusat perhatian para juri, pelaku industri kustom, hingga tamu internasional yang hadir di ajang tersebut.
Karya Ajies menonjol karena mengusung konsep boardtracker yang dipadukan dengan sentuhan material krom dan kayu. Kombinasi ini membuat motor tampil unik, berkarakter kuat, sekaligus tetap menunjukkan detail pengerjaan yang rapi. Di tengah banyaknya karya kustom lain yang tampil di Kustomfest, Pelor Angin berhasil mencuri perhatian berkat keberanian konsep dan eksekusi yang matang.
Deretan penghargaan yang diraih
Prestasi Ajies tidak berhenti pada gelar utama. Motor garapannya juga mengantongi sejumlah apresiasi dari berbagai pihak, baik dari juri maupun tamu undangan internasional. Beberapa penghargaan yang berhasil dibawa pulang antara lain:
- Chopper Journal Pick
- Custom Works Zon Pick
- Cheetah 4D Pick
- Best of Honda
- Champion Kustom Bike Show Nitro Head Free for All
Rangkaian penghargaan tersebut menunjukkan bahwa Pelor Angin bukan hanya disukai karena tampilannya, tetapi juga dinilai memiliki kualitas pengerjaan, ide kreatif, dan karakter desain yang kuat. Dalam dunia kustom, pengakuan dari banyak pihak seperti ini menjadi bukti bahwa sebuah karya mampu berbicara lintas selera dan latar belakang penilai.
Bukti builder daerah mampu bersaing
Kemenangan Ajies menjadi salah satu sorotan utama dalam penyelenggaraan Kustomfest 2026 yang digelar di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, pada 10–11 Oktober 2026. Ajang ini kembali menegaskan bahwa builder dari daerah memiliki kapasitas besar untuk bersaing di panggung yang lebih luas.
Karya asal Madura itu memperlihatkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menghasilkan motor kustom berkualitas tinggi. Justru, dari keterbatasan itulah lahir improvisasi, inovasi, dan keberanian untuk bereksperimen. Hal inilah yang tampaknya menjadi nilai lebih dari Pelor Angin di mata para juri.
Apresiasi dari penyelenggara
Direktur Kustomfest, Lulut Wahyudi, menilai kemenangan Ajies Sabara sebagai bukti nyata bahwa kemampuan builder daerah terus berkembang. Menurutnya, para perajin kustom dari berbagai wilayah di Indonesia kini semakin mampu menghasilkan karya yang tidak kalah dari builder yang lebih dulu dikenal luas.
“Hasil yang diraih Ajies Sabara asal Bangkalan, Madura sebagai The Best of Kustom Bike Show menunjukkan bahwa kemampuan builder daerah sekarang sudah semakin nyata dan memiliki kreativitas serta improvisasi tinggi meski dengan segala keterbatasan komponen pendukung,” ujar Lulut.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa ajang Kustomfest bukan sekadar pameran motor kustom, melainkan juga ruang pembuktian bagi para builder untuk menunjukkan kualitas terbaik mereka. Kemenangan Ajies menjadi contoh bahwa talenta dari luar pusat industri pun bisa tampil menonjol bila diberi ruang yang tepat.
Peran Kustomfest dalam mendorong regenerasi
Lulut juga menekankan bahwa pencapaian seperti ini tidak lepas dari konsistensi Kustomfest dalam menjaga ekosistem kustom culture di Indonesia selama 15 tahun terakhir. Menurutnya, ajang ini bukan hanya merayakan karya, tetapi juga membantu melahirkan generasi baru builder yang lebih berani, kreatif, dan siap bersaing.
Selama bertahun-tahun, Kustomfest telah menjadi wadah penting bagi komunitas, builder, dan pecinta motor kustom untuk bertemu, bertukar ide, serta menampilkan hasil karya terbaik mereka. Dari sinilah muncul banyak nama baru yang kemudian mendapat pengakuan di tingkat nasional maupun internasional.
Kustomfest 2026 ditutup dengan antusiasme tinggi
Kustomfest 2026 resmi berakhir pada Minggu malam, 11 Oktober 2026. Selama dua hari penyelenggaraan, festival ini mencatat 26.787 pengunjung yang memadati area indoor dan outdoor JEC. Angka tersebut menunjukkan besarnya antusiasme publik terhadap dunia kustom kultur di Indonesia.
Dengan tema High Octane, perayaan ulang tahun ke-15 Kustomfest menghadirkan berbagai karya kustom, aktivitas komunitas, hingga pesan sosial yang menyoroti kepedulian terhadap lingkungan. Perpaduan antara pameran, budaya, dan semangat komunitas membuat acara ini tetap relevan dan terus ditunggu setiap tahunnya.
Kemenangan Ajies Sabara lewat Pelor Angin menjadi salah satu cerita paling berkesan dari gelaran tahun ini. Selain memperkaya daftar karya kustom Indonesia yang membanggakan, prestasi tersebut juga memberi pesan kuat bahwa builder daerah memiliki potensi besar untuk terus melangkah lebih jauh dan menorehkan prestasi di level yang lebih tinggi.
